Selasa, 04 Desember 2012

TIPS KEUANGAN



Jakarta - Jalan menuju kaya tidak mudah, perlu dedikasi, konsentrasi, keahlian dan ketabahan yang sangat tinggi. Sebelum memupuk kekayaan, yang anda harus perhatikan pertama kali adalah membuat fondasi yang kuat.

Seperti layaknya bangunan, jika fondasinya sudah kuat, maka gedung tersebut akan bertahan lama dengan sendirinya. Fondasi dalam keuangan tak lepas dari kondisi kesehatan finansial anda sendiri.

Semakin sehat kondisi finansial anda, maka semakin bagus fondasi yang anda bangun. Kathy Virgallito, Direktur Regional Consumer Credit Counseling Service (CCCS), sebuah yayasan non profit yang biasa membantu orang mengontrol finansialnya dengan baik, memberikan beberap tips yang bisa anda ikuti untuk membangun fondasi keuangan yang kuat.

Semakin dini anda menyehatkan kondisi keuangan, maka jalan menuju kaya semakin terbuka lebar. Berikut 10 tips yang dilansir dari situs CCCS, Jumat (16/3/2012), yang bisa membantu anda menyehatkan kondisi keuangan sejak dini.

1. Jika kurangnya pendapatan menjadi masalah utama, sering-seringlah mencari info untuk lowongan baru di perusahaan lain. Sementara menunggu, tingkatkan keahlian dan nilai jual anda. Bisa juga anda mengambil sekolah lagi demi peluang kerja yang lebih besar.

2. Ketahui kebiasaan anda, mulai dari kebiasaan baik hingga buruk. Jujurlah pada diri sendiri karena akan mempermudah mengenali diri anda sendiri.
Hal ini akan berguna ketika anda mulai mengatur keuangan sendiri.

3. Susun target jangkan pendek yang bisa disambungkan dengan target jangka panjang demi taraf hidup yang lebih baik. Buatlah target tersebut dengan spesifik mungkin, realistis dan bisa dicapai dengan kemampuan. Pantau tersebut setiap target itu, berhasil atau gagal, setidaknya anda terus berkembang.

4. Harus disiplin dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

5. Tulis semua pengeluaran dan pemasukan. Setiap rupiah yang anda belanjakan harus terpantau, walau itu hanya Rp 1.000. Mungkin recehan terlihat sepele, tapi manfaatnya sangat besar. Biasakan periksa kembali catatan yang sudah anda buat, sehingga anda tahu uang anda lari ke mana saja. Dengan begitu, anda bisa mengurangi kebiasaan jajan yang biasanya tidak perlu.

6. Mulai menabung, meski dalam jumlah yang kecil atau bahkan uang kembalian recehan. Tabungan ini bisa menjadi dana darurat anda. Biasanya, kebutuhan mendadak bisa sangat merusak kesehatan finansial anda. Dengan adanya dana darurat, maka masalah tersebut bisa sedikit diredam.

7. Cari pihak pendukung yang bisa membantu anda mencapai target dan menuju kehidupan yang lebih baik. Keluarga dan teman dekat biasanya selalu memotivasi anda dengan baik, tapi hati-hati dengan orang yang bisa mengajak anda menghambur-hamburkan uang.

8. Manfaatkan mekanisme otomatis seperti pembayaran atau tabungan via online yang disetor bulanan. Selain menghemat tenaga, tabungan otomatis ini membuat kita tidak ingat sudah menyimpan uang.

9. Gunakan tanda-tanda agar terus memotivasi anda. Pasanglah tulisan di kulkas atau dekat meja kerja anda, isinya target-target jangka pendek anda. Atau pasang di tempat lain yang sering dan mudah terlihat sehingga anda akan makin bersemangat untuk menjadi orang kaya.

10. Mengerti dan tahu persis keseluruhan utang anda. Jika belum, pelajari dari sekarang. Cari tahu kenapa anda berutang, bagaimana anda akan melunasinya dan kapan utang tersebut berakhir.

TIPS USAHA

Ada yang bilang jika seseorang ingin memulai sebuah usaha diperlukan modal atau uang yang besar. Siapa bilang? Tanpa modal sepeser pun Anda tetap dapat memulai merintis usaha dan bukan tidak mungkin usaha tersebut perlahan namun pasti bisa merangkak naik sehingga menciptakan kerajaan bisnis yang luar biasa.

Adalah Ir. Ciputra yang berhasil melakukan hal tersebut. Pria berumur 81 tahun memulai kerajaan bisnisnya tanpa modal sepeser pun.

"Saya mulai usaha saya tanpa modal, kamu tahu yang penting itu bukanlah modal. Namun inovasi," ungkapnya kepada wartawan, di Gedung BI, Jakarta, Senin (3/9/2012).

Salah satu pengusaha sukses nasional yang kerap dipanggil Pak Cik ini berujar, dirinya dapat mempertahankan kesuksesan kerajaan bisnisnya hingga dapat bertahan sampai saat ini dirinya selalu membuat inovasi tiada henti.

"Inovasi jalan terus, sudah 11 perusahaan, saya go public, ada pegawai 15 ribu. Saya bayar pajak triliunan. Ketika inovasi saya ditiru orang, maka ciptakan inovasi lagi. Setiap bangun saya selalu mikir inovasi apa yang harus lakukan," ungkap pria kelahiran, Parigi, Sulawesi Tengah ini.

"Misalnya saya bangun rumah, tapi ketika saya membangun rumah itu mesti lain daripada orang lain yang bangun rumah juga, lalu ketika saya bangun toko, toko itu mesti lain daripada toko orang lain," tuturnya.

Ciputra yang lahir dengan nama Tjie Tjin Hoan ini sangat ingin menyebarkan virus kewirausahaan di Indonesia. Menurutnya dengan jumlah penduduk di Indonesisa yang cukup banyak saat ini, potensi untuk lahir bibit-bibit baru entrepreneurship sangatlah besar. Bahkan menurutnya, mata pelajaran kewirausahaan harus dimulai sejak bangku taman kanak-kanak.

"Pendidikan entrepreneurship, harus dimulai dari TK. Harus diajarkan mindset kewirausahaan. Jadinya otak sebelah kiri itu juga diimbangi dengan kinerja otak sebelah kanan. Jadi jangan hanya menghapal saja, dari saya kecil telah melakukannya," ungkap pria kelahiran 24 Agustus 1931 yang lalu ini.

Perbanyak Praktek Bukan Teori

Kebanyakan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia lebih banyak menggunakan teori dibandingkan praktek di lapangan. Namun, menurut Ciputra, hal tersebut tidak akan berhasil untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di Indonesia yang relatif masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

"Misalnya kalau di Universitas Ciputra ada waktu, satu hari full untuk mempraktekan apa yang dipelajari selama empat hari dalam seminggu. Kita di Universitas Ciputra mempelajari teori terus dari pertama dan kemudian sosialisasinya atau praktek nyatanya di lapangan," katanya.

Dia pun selalu berusaha untuk menanamkan wirausaha sedari kecil yaitu dengan cara yang cukup sederhana yakni dengan bertanya apa yang anak kecil tersebut mau. Sehingga dari jawaban anak kecil tersebut secara tidak sadar lahirlah sebuah inovasi.

"Seperti begini kita ajak anak, umur empat tahun untuk pergi ke mal. Kemudian saya tanya, mal yang mana kamu suka, dia mulai berpikir kalau tidak hanya merengek-rengek pergi ke restoran kemudian waktu makan, kue mana yang kamu suka. Lalu misalnya anak itu mau kue, kue mana yang kamu pilih. Itu sudah kreatif kan. Ajukan pertanyaan yang memberikan dia inspirasi," ungkap pria lulusan Intstitute Teknologi Bandung (ITB) jurusan Arstitektur tersebut.

"Lalu ada lagi misalnya suruh anak-anak bikin kue di rumah dan jual terus ikut bazar. Setiap seminggu sekali bikin bazar, tahu cukup jual ke tetangga. Dimulai dari hal-hal kecil saja," tukasnya.

Maka dari itu, dirinya selalu berujar agar tingkat kewirausahaan di Indonesia haruslah dibangun dan dikembangkan dengan baik, karena terdapat potensi didalamnya, yaitu jumlah penduduk Indonesia yang super duper banyak.

"Indonesia ada 30 persen penduduknya punya bakat  dan keinginan, dan kepercayaan diri yang sudah ada. Nah, bahan bakunya kita tinggal kasih apinya maka dia akan berkembang luar biasa. Kamu bayangkan 30 persen dari 240 juta orang itu berapa itu, 70 juta lebih, dan sekarang entrepreneur di Indonesia baru satu persen saja," ungkap raja bisnis properti  tersebut.

Pria yang merupakan salah satu raja bisnis propertidi Indonesia ini yang kini mempunyai lini usaha Jaya grup, Metropolitan grup, dan Ciputra grup ini berpesan bahwa untuk untuk menjadi pengusaha sukses sperti dirinya selain diperlukan mental yang tangguh, seorang pengusaha juga harus mempunyai sebuah daya tarik.

"Dia mesti punya daya tarik, agar kelak usahanya dapat menguntungkan. Jadi kamu tulis 100 jenis usaha, kemudian kamu reduce hingga 30 dengan disediakan alasannya.
Kemudian tiga, kamu pilih. Lalu pelajari dulu, dan lakukan analisa pasar. Apa yang sedang booming di masyarakat pada saat ini," ucapnya.

Selalu Menjaga Kesehatan

Di usia yang sudah terbilang tua dan sudah pensiun ini, Ciputra masih terlihat bugar dan cukup sibuk. Dia pun mempunyai cara jitu untuk menjaga kesehatan, yaitu dengan melakukan berbagai olahraga yang tekun dijalaninya setiap hari seperti jalan kaki, berenang dan juga melakukan tai chi.

"Saya lakukan itu setiap hari, tapi ganti-ganti," singkatnya.

Selain menjaga kesehatan, dirinya pun tidak lupa untuk selalu menyebarkan virus kewirausahaan ke seluruh Indonesia dengan cara menjadi mentor di beberapa grup yang dimilikinya.

"Saya masih jadi mentor di tiga grup yang saya bangun. Yaitu Jaya grup, Metropolitan grup, dan Ciputra grup. dan dari semua itu sebanyak 11 perusahaan yang sudah go public,"

Minggu, 02 Desember 2012

TIPS Memulai Bisnis Usaha Percetakan



TIPS Memulai Bisnis Usaha Percetakan
03 Desember 2012, Post by Ngiras-ngiroes Bang Pon
Banyak orang yang mempunyai hasrat atau keinginan untuk memulai berwirausaha, tapi kadang bingung memulainya. Dimulai dari tidak fokusnya pilihan atas bidang usaha apa yang hendak dijalankannya sampai terbentur masalah permodalan untuk memulai usahanya. Ada juga sementara kalangan yang kebetulan justru mempunyai cukup modal untuk membiayai niat usahanya, tapi juga bingung harus memilih apa jenis usaha yang mau digarap olehnya. Banyak kondisi dan kombinasi situasi yang muncul tatkala suatu peluang usaha sudah ada di pelupuk mata, tapi tidak lekas disambar dan didayagunakan, salah satunya adalah PELUANG MEMULAI BISNIS USAHA PERCETAKAN.
Berikut ini TIPS yang perlu diperhatikan dalam Memulai Usaha / Bisnis Percetakan secara garis besarnya :
LIHAT dan PERHATIKAN PELUANG DI SEKITAR ANDA
Pernahkah Anda sesekali kebetulan mendengar ada tetangga bahkan kerabat terdekat berencana melangsungkan hajat pernikahan / khitanan? Coba dekati dan cari tau apakah Undangan Pernikahan / Khitanannya sudah ada yang mengurusinya. Dekati secara personal dan yakinkan kepadanya bahwa Anda dapat membantu menyiapkan undangan tsb sampai jadi. Ini sebuah peluang ! Berikut ini ada contoh peluang lagi : – di kepengurusan badan RT / RW pasti ada banyak kebutuhan barang cetakan. Mungkin tadinya cuma berbentuk fotocopian belaka. Coba Anda tawarkan untuk dicetak supaya tampil lebih bagus. Ada lagi nih peluang : – perhatikanlah dan buat daftar macam2 form di kantor Anda, pasti ada barang cetakan. Coba anda cari tau kira2 berapa banyak kebutuhannya. Cari kesempatan terbaik untuk mendekati siapa yang biasa mengurusinya. Jangan langsung minta order kepadanya. Selidiki apakah dia itu hanya sebatas mengorder barang cetakan sepenuhnya ke Percetakan atau dia menjalankannya sendiri. Kalau cuma order ke percetakan, coba tawarkan bahwa anda bisa “membantunya”. Tentu saja dengan sedikit diplomasi.
Bila Anda peka, melihat lebar-lebar dan pasang telinga, sebenarnya di sekeliling Anda banyak peluang yang bisa dijadikan “obyekan”. Tapi hal kecil ini bisa menjadi PELUANG BISNIS GRAPHIC DESIGN & PERCETAKAN yang terlewatkan bila tidak tahu atau tepatnya tidak berani memulainya. Bila Anda mendapatkan kesempatan, baik itu di kantor, komunitas bergaul, lingkungan rumah ataupun untuk kebutuhan sendiri- peluang Anda diminta dan ditanya mengenai DIMANA SAYA BISA MENCETAK barang seperti ini? Ambil peluang tersebut ! Jangan lihat besar-kecilnya order. Kesempatan ini gak bakalan lewat dua kali dihadapan Anda. Namun bila Anda ambil order ini, kesempatan kedua dan seterusnya akan menghampiri Anda dengan sendirinya.
Saran saya, untuk tahap pertama, jangan pernah membayangkan Anda bakal segera mendapat untung yang besar bila mendapat peluang tersebut. Sudah diberi kepercayaan untuk menjalankan order tsb saja sudah merupakan mukjizat bagi Anda! Kalau perlu nggak pake untung dulu deh. Yang utama adalah orang akan segera tahu bahwa Anda punya keahlian yang dapat diandalkan. Nah, pada peluang kedua dan seterusnya, barulah Anda mulai berhitung dengan cermat berapa persen keuntungan yang harus Anda raih dari order2 berikutnya…….
JANGAN PERNAH NOLAK ORDER
Anda pernah “dimintai tolong” oleh boss, kawan atau kerabat dekat Anda? Yang dimaksud dimintai tolong disini tentunya yang beraroma “bisnis”. Jika Anda cukup sering “disuruh” mengorder sesuatu, atau bahkan Anda dapat bocoran ( nguping! ) dari obrolan yang gak disengaja, langsung bilang saja kalau Anda sanggup mengerjakannya…!! JANGAN SEKALIPUN PERNAH MENOLAK ORDER tersebut ! Order apapun jangan pernah ditolak, apalagi order cetakan.
Walaupun baru pertama kalinya Anda menghadapi order cetak, terima saja order itu. No problem, bila Anda belum paham liku-liku percetakan. Entah itu ordernya harus dilempar lagi ke pihak lain atau Anda bisa bekerjasama lagi dengan orang lain, itu soal lain. Yang penting order itu harus jadi, harga pantas dan si pemberi order merasa puas. Dengan demikian ada pencitraan diri, bahwa anda adalah orang yang sanggup diberi kepercayaan untuk menyelesaikan order dimaksud. Pandai-pandailah Anda berdiplomasi dan meyakinkan calon customer Anda, terutama dari kalangan terdekat Anda
JANGAN MALU BERTANYA
Mulailah perjalanan Anda mendapatkan order perdana ini. Langkah pertama dan paling ekspres tanpa mengandung resiko kesalahan adalah Anda dapat mendatangi salah satu PERCETAKAN yang Anda yakini bonafid. Tanya berapa harga cetakan disini dan terapkan selisih harga jualnya kepada konsumen Anda. Langkah ini safe, tapi Anda tidak akan mendapatkan ilmu apapun dari orang percetakan tersebut. Boro-boro membagi ilmu, untuk mengurangi margin keuntungannya saja bahkan tidak mungkin.
Nah, kalau Anda mau sedikit capek dan dapat ilmu, datangi saja TOKO KERTAS dan tanyakan contoh kertas / media yang Anda bawa untuk dicetak. Tanyakan berapa harga kertas terakhir. Jangan sungkan bertanya. Tanya apa saja mengenai proses produksi percetakan. Anggap saja Anda orang paling bodoh sedunia pada saat itu. Simak dan dengarkan keterangan dari si penjual kertas. Toko kertas adalah pihak yang sedikit paling terbuka dalam menjelaskan tahapan proses produksi percetakan. Tapi ingat, mereka gak akan buka mulut sebelum mereka yakin Anda akan membeli bahan baku darinya. Bertanyalah sedikit saja saat datang, bertanya lagi saat si penjual sedang menulis nota pesanan, dan bertanya sekali lagi saat Anda menunggu barang pesanan disiapkan. Lalu bawalah keluar pesanan Anda tersebut. Tunggulah barang setengah jam lagi. Kemudian Anda bisa balik lagi ke toko kertas itu, berpura-puralah akan membeli lagi, sambil bertanya-tanya. Lumayan, nambah-nambah ilmu sedikit. Itu triknya…
KENALI & CARI TAHU :
BAGAIMANA TAHAPAN PROSES PRODUKSI PERCETAKAN

Proses produksi percetakan tidak akan dapat Anda hapal diluar kepala ibarat Anda dapat menghapal siklus kehidupan rutin Anda sejak bangun tidur sampai tidur lagi nanti malam. Tahapan ini akan berjalan lancar dengan sendirinya, seiring proses matangnya usaha Anda menekuni bidang ini. Tapi, sebagai langkah awal, Anda dapat menulis di diary kerja bagaimana skema tahapan yang harus dijalankan mulai dari tahap menerima order, menganalisa order, kalkulasi harga, komponen produksi yang diperlukan, proses produksi, quality controlling, packing, delivering, pembayaran, dan after sales service yang baik.
INVESTASI
Mau langsung investasi untuk memulai usaha percetakan ? Berapa biayanya ? JANGAN INVESTASI DULU ! Mengapa demikian ? Memang, sebuah usaha bisnis tanpa investasi adalah hal yang nonsens ! Jika finansial Anda kebetulan cukup untuk memodali usaha ini, sebaiknya ditunda dahulu untuk penginvestasian alat-alat kerja produksinya, terlebih yang cukup menyedot biaya besar. Lebih baik Anda fokus terlebih dahulu mencari peluang-peluang order. Dari order-order yang Anda dapatkan, Anda bisa memperdalam ilmu dan pengalaman Anda soal teknis proses produksi. Boleh saja Anda berinvestasi, tapi utamakan dulu hal-hal yang berguna untuk memperlancar dan memperbanyak networking Anda sebagai pemasok order, seperti pengadaan alat komunikasi (HP, telp. atau fax) dan transportasi (mobil atau motor) yang kelihatan agak layak dimata client Anda. Utamakan fungsi utilitasnya bukan hanya demi gengsi semata dalam hal investasi barang-barang tersebut.
Kalau networking Anda sudah dirasa cukup luas dan order semakin menumpuk, barulah Anda boleh memulai investasi alat-alat produksi, seperti : – SDM, Komputer, Mesin Cetak, Mesin Potong Kertas, sewa Gedung / Ruko tempat usaha, dsb. Sebaiknya lagi, sebelum melakukan investasi mahal tersebut, coba anda susun program kerja yang lebih realistis sampai lima tahun ke depan. Buatlah casflow yang menggambarkan proyeksi aliran modal Anda untuk periode tersebut. Untuk tahun pertama anda memulai usaha dengan investasi besar, jangan pernah berharap Anda akan meraih untung besar, mungkin kerugian yang bakal diperoleh! Apalagi 3 – 6 bulan pertama, jangan putus asa melihat angka di pembukuan Anda selalu minus karena selalu tersedot untuk biaya operasional. Tapi disinilah ujiannya. Mental Anda sebagai Enterpreneur akan ditempa oleh situasi seperti ini…..
Jadi, berpikirlah dua kali seribu kali untuk memenuhi hasrat Anda menginvestasi alat-alat produksi yang berbiaya amat mahal – walaupun Anda merasa mampu – dan tidak akan jatuh miskin bila mengalami kebangkrutan. Tidak ada larangan untuk investasi, tapi berfikirlah positif. Banyak contoh yang bisa dijadikan referensi untuk memulai usaha / bisnis percetakan ini tanpa perlu mengeluarkan modal besar.
Selamat mencoba, semoga Anda Sukses… !!!